Rabu, 13 Maret 2013

Kebudayaan Kepulauan Riau

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Riau, baik Riau daratan maupun Riau kepulauan, mempunyai latar
belakang sejarah yang cukup panjang. Berbagai tinggalan budaya masa lampau banyak ditemukan di wilayah provinsi itu. Riau Kepulauan pernah berjaya dengan Kerajaan Riau
Suku Melayu merupakan etnis yang termasuk ke dalam rumpun ras
Austronesia.Suku Melayu dalam pengertian ini, berbeda dengan konsep
Bangsa Melayu yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.
Suku Melayu bermukim di sebagian besar Malaysia, pesisir timur
Sumatera, sekeliling pesisir Kalimantan, Thailand Selatan, Mindanao, Myanmar Selatan, serta pulau-pulau kecil yang terbentang sepanjang Selat Malaka dan Selat Karimata. Di Indonesia, jumlah Suku Melayu sekitar 3,4% dari seluruh populasi, yang sebagian besar mendiami propinsi Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka
Belitung,dan Kalimantan Barat
BAB II
LANDASAN TEORITIS

2.1 PENGENALAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU, TANJUNGPINANG

Tanjungpinang merupakan pusat kebudayaan Melayu, hingga saat ini budaya melayu masih kental dalam kehidupan sehari-hari.Adanya Gurindam 12 yang ditulis oleh Raja Ali Haji mengangkat citra negeri ini bahkan tersohor keseluruh negeri. Begitu juga dengan julukan kota gurindam negeri pantun yang hingga saat ini masyarakatnya tidak pernah lupa akan sejarah dan budaya Melayu.
Kepulauan Riau merupakan provinsi baru hasil pemekaran dari provinsi Riau. Provinsi Kepulauan Riau terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 2002 merupakan Provinsi ke-32 di Indonesia yang mencakup Kota Tanjungpinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Lingga.
Budaya melayu merupakan induk dari lahirnya kota Tanjungpinang. Dengan keramahtamahan masyarakatnya, Tanjungpinang tidak menutup budaya lain yang ikut membangun kota ini. Dari etnis tionghoa, jawa, medan, padang, ambon dan lain sebagainya membuat kota tanjungpinang menjadi kaya akan keanekaragaman budaya yang dimilikinya. Keseimbangan dalam berbudaya terus menjadi keutamaan dalam membangun ketentraman dan keamanan masyarakat.
Kepulauan Riau adalah sebuah provinsi di Indonesia.
Provinsi Kepulauan Riau berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja
Utara   : Malaysia dan provinsi Kalimantan Barat di
Timur   : Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Jambi di
Selatan  : Negara Singapura, Malaysia dan provinsi Riau di sebelah barat.
Secara keseluruhan wilayah Kepulauan Riau terdiri dari 4 kabupaten dan 2 kota, 47 kecamatan serta 274 kelurahan/desa dengan jumlah 2.408 pulau besar dan kecil yang 30% belum bernama dan berpenduduk. Adapun luas wilayahnya sebesar 252.601 km², sekitar 95% merupakan lautan dan hanya sekitar 5% daratan.
Pulau Penyengat merupakan salah satu kawasan wisata di Kota Tanjungpinang. Pulau seluas 3,5 km² ini berada di sebelah barat Kota Tanjungpinang dan dapat ditempuh 15 menit dengan transportasi laut. Pada pulau ini terdapat banyak peninggalan lama dengan wujud bangunan dan makam yang telah dijadikan situs cagar budaya.Selain itu juga dijumpai kelenteng atau vihara di kawasan Kampung Bugis yang sekaligus menjadi kawasan wisata religi.

2.2 SENI TARI
Daerah Riau atau secara administratif disebut Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memiliki kekayaan budaya yang beraneka ragam dari mulai sastra, musik, dan tari. Salah satu dari kekayaan Kepri ialah Tari Melemangdan Tari Tandak
-          Tari Melemang
Menurut sejarah, tari Melemang merupakan tarian tradisional yang berasal dari Tanjungpisau, Kecamatan Bintan.Tari melemang pertama kali dimainkan sekitar abad ke-12.Ketika itu, tari Melemang hanya dimainkan diistana Kerajaan Melayu Bentan yang pusatnya berada dibukit batu, Bintan. Tarian ini hanya dipersembahkan bagi Raja ketika sang Raja sedang beristirahat, karena merupakan istana yang ditarikan oleh para dayang kerajaan. Namun setelah kerajaan Bentan mengalami keruntuhan tari Melemang berubah menjadi tarian hiburan rakyat.
Tari melemang biasanya dimainkan oleh 14 penari, diantaranya seorang pemain berperan sebagai Raja, seorang berperan sebagai permaisuri, seorang berperan sebagai puteri, empat orang sebagai pemusik, seorang sebagai penyanyi serta enam orang sebagai penari, mereka menggunakan kostum bergaya melayu sesuai dengan perannya.

-          Tari Tandak
Tarian ini adalah tarian dan juga nyanyian.Bentuk tariannya berupa pantun yang saling bertimbal-balik antara kelompok pria dan wanita. Lagu atau pantun pada tarian ini berisi tentang hal-hal yang ada di bumi atau mengenai kehidupan sehari-hari manusia. Tari tandak adalah tarian pergaulan yang sangat digemari atau disukai di daerah Riau.Tari ini merupakan gabungan antara seni tari dan sastra, biasanya dipertunjukan pada malam hari.Tarian ini diawali dengan semua peserta tari tandak membentuk sebuah lingkaran dan saling berpegangan pundak setiap peserta.Lantas para peserta berjalan sambil mengangkat kaki dan menghentakannya ke tanah.Pada tari tandak biasanya dipimpin oleh seorang yang disebut kepala ngejang.Kepala ngejang bertugas sebagai pemberi irama pada gerakan tari tandak, dan berdiri di tengah-tangah peserta dengan memainkan alat giring-giring yang berbahan besi atau perak bercampur perunggu.

Tarian ini bertujuan agar pemuda dan pemudi mempunyai kesempatan untuk bertemu.Pertemuan itu kadang-kadang berakhir pada jatuh cinta.Tari Tandak menjadi media silaturahmi tempat bertemunya antara pemuda dan pemudi antar kampung.Banyak pasangan suami istri yang bermula dari pertemuan acara tari Tandak ini namun ada pula yang kisah cintanya tidak direstui pihak keluarga.

Tarian ini melambangkan ikatan ikatan yang terjalin antara teman-teman yang berlainan kampung.Tarian ini juga menciptakan rasa aman antar kampung.Dalam taria ini, semua peserta bebas memilih pasangan.Karena tarian ini merupaka hiburan sekaligus silaturahmi, acara ini banyak dihadiri oleh warga, dari anak kecil hingga orang dewasa. Secara rutin acara tari tandak ini dilaksanakan setiap bulan  Juli-Oktober setiap tahunnya, di mana pada bulan-bulan tersebut para petani usai melaksanakan panen.


2.3 RUMAH ADAT
Kepulauan Riau memang sangat kaya dengan keragaman seni dan budayanya, seperti halnya keragam bentuk dari rumah adat yang terdapat di kabupaten dan kota di Provinsi Kepri yaitu selaso jatoh kembar. Keragaman tersebut terjadi karena secara geografi provinsi ini terpisahkan laut antara satu pulau dengan lainnya.Mungkin jaman dahulu faktor tersebut menjadi akibat dari sulitnya komunikasi sehingga saling mengisolasi diri.Maka antara satu daerah dan lainya walau agak mirip tapi bentuk budaya dan rumahnya sedikit berbeda.

Namun dari keragaman bentuk rumah tradisional yang terdapat di Kepri, ada kesamaan jenis dan gaya arsitektur. Dari jenisnya, rumah tradisional ini pada umumnya adalah rumah panggung yang berdiri diatas tiang dengan bentuk bangunan persegi panjang. Dari beberapa bentuk rumah ini hampir serupa, baik tangga, pintu, dinding, susunan ruangannya sama, dan memiliki ukiran melayu seperti selembayung, lebah bergayut, pucuk rebung dll.
Keumuman berikutnya terletak pada arah rumah tradisional Kepri yang dibangun menghadap ke sungai. Ini terjadi karena masyarakat tardisional Kepri menggunakan sungai sebagai sarana transportasi

Jika dideskripsikan, denah rumah adat ini hanya memiliki Selasar di bagian depan. Tengah rumah pada bagian tengah dengan bersekat papan antara selasar dan telo.Kemudian bentuk rumah mengecil pada bagian telo yang berguna sebagai tempat makan, dll.Dan pada bagian belakang terdapat dapur.
Balai Salaso Jatuh mempunyai selasar keliling yang lantainya lebih rendah dari ruang tengah, karena itu dikatakan Salaso Jatuh.Semua bangunan baik rumah adat maupun balai adat diberi hiasan terutama berupa ukiran.Di puncak atap selalu ada hiasan kayu yang mencuat keatas bersilangan dan biasanya hiasan ini diberi ukiran yang disebutSalembayung yang mengandung makna pengakuan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.Selasar dalam bahasa melayu disebut dengan Selaso.Selaso jatuh kembar sendiri bermakna rumah yang memiliki dua selasar (selaso, salaso) yang lantainya lebih rendah dari ruang tengah.
Rumah Selaso Jatuh Kembar dihiasi corak dasar Melayu umumnya bersumber dari alam, yakni terdiri atas flora, fauna, dan benda-benda angkasa.Di antara corak-corak tersebut, yang terbanyak dipakai adalah yang bersumber pada tumbuh-tumbuhan (flora). Padahal sejak jaman dahulu gaya arsitektur bangunan dan seni ukir sangat kuat dipengaruhi oleh corak Hindu-Budha. Peralihan gaya pada corak ini terjadi karena orang Melayu pada umumnya beragama Islam. Sehingga corak hewan (fauna) dikhawatirkan menjurus pada hal-hal yang berbau “keberhalaan.
Ada pula corak yang bersumber dari bentuk-bentuk tertentu yakni wajik (Belah ketupat), lingkaran, kubus, segi, dan lain-lain.Di samping itu, ada juga corak kaligrafi yang diambil dari kitab Alquran.Pengembangan corak-corak dasar itu, di satu sisi memperkaya bentuk hiasan. Di sisi lain, pengembangan itu juga memperkaya nilai falsafah yang terkandung di dalamnya.

2.4  SENJATA KHAS KEPULAUAN RIAU

-          Pedang Jenawi(tumbuk lada)

Sejenis Senjata tradisional dari daerah Kepulauan Riau.pedang jenawi ini digunakan para panglima perang dalam pertempuran. Panjang pedang ini mencapai satu meter.senjata lainnya adalah kelewang, digunakan prajurit tempo dulu
Pada pangkal sarung Tumbuk Lada terdapat bonjolan bundar yang selalunya dihias dengan ukiran yang dipahat.Sarung senjata ini selalunya dilapis dengan kepingan perak yang diukir dengan pola-pola rumit.
Panjang bilah tumbuk lada sekitar 27 cm hingga 29 cm. Lebar bilahnya sekitar 3.5 cm hingga 4 cm. Dari tengah bilah sampai ke pangkalnya terdapat alur yang dalam.
Selain keris, Tumbuk Lada pada zaman dulu juga menjadi salah satu kelengkapan pakaian adat di Kepulauan Riau, Deli, Siak dan Semenanjung Tanah Melayu.
Tumbuk Lada digunakan secara menikam, mengiris dan menusuk dalam pertempuran jarak dekat.Ia boleh dipegang dengan dua jenis genggaman yaitu dengan mata keatas ataupun mata ke bawah


2.5 BAJU ADAT KHAS KEPRI


pria
pakaian pria yang digunakan pria disebut baju teluk belanga.baju ini dipadankan dengan celana panjang yang disuji.sehelai kain diikatkan ditengah badan hamper menyentuh lutut.bagian kepala ditutup dengan destar atau tanjak.pada hari pernikahan pengantin pria memakai jubah yang dilengkapi celana panjang,kain selempang dan ikat pinggang.pengantin ini memakai tutup kepala yg disebut ketu
wanita
wanita memakai atasan berupa baju kurung dan kain selempang yang telah disuji.bawahannya adalah kain songket dengan motif yang cantik.pakaian ini dilengkapi dengan perhiasan berupa anting,gelang dan cincin.pakaian pengantin dilengkapi baju telepuk dan kain cual.Sanggul kepala dihiasi tusuk cempaka emas dan penutup dahi atau pasiani.perhiasan lain yang biasa digunakan adalah pending gelang dan cicncin terbuat dari emas
siput laut merupakan makanan khas masyarakat di Kepulauan Riau. Warga setempat menyebutnya sebagai gonggong.Hewan laut ini banyak terdapat di Desa Lobam, Tanjung Uban, Pulau Bintan, Kepulauan Riau.

2.5  MAKANAN KHAS PROVINSI KEPRI

Untuk mencapai daerah Tanjung Uban membutuhkan waktu perjalanan selama 30 menit dengan menggunakan speed boat dari Batam, Ibukota Kepulauan Riau. Perjalanan kemudian dilanjutkan melalui darat sejauh 30 kilometer ke arah selatan Pulau Bintan.
Di pinggir Pantai Lobam seluas 10 hektar inilah gonggong dengan mudah dapat ditemukan ketika air laut sedang surut.Sedikitnya setiap hari terdapat 50 warga setempat yang mencari gonggong di pinggir pantai.
Salah seorang diantaranya nenek berusia 60 tahun bernama Karmelia.Dia mulai mencari gonggong sejak fajar menyingsing, dengan ditemani dua orang cucunya yang telah putus sekolah.
Tak hanya gonggong yang dia dapat bersama cucunya, tetapi juga biota laut lainnya, seperti tripang, kepiting dan udang.
Namun belakangan, gonggong yang berukuran besar semakin sulit didapat.Kebanyakan yang ditemui gonggong berukuran kecil.Belum lagi, pencari gonggong kini telah semakin banyak.
Sehingga Karmelia yang telah menekuni pekerjaan ini selama kurang lebih 20 tahun setiap hari hanya dapat memperoleh satu hingga dua kilogram gonggong.Hasil tangkapannya dijual ke pengepul seharga 7 ribu rupiah per kg.
Di pengepul gong gong yang masih segar disimpan selama dua hari di gudang penyimpanan. Hal ini dilakukan agar kotoran dan pasir lepas dari cangkang gonggong.
Gonggong sebenarnya dapat dijadikan alternatif warga Kepulauan Riau mencari nafkah.Namun sayangnya, biota laut jenis Molusca ini belum dapat dibudidayakan. Hewan ini baru terbatas berkembang biak secara alami, karena setiap hari diambil, gonggong dapat punah.Apalagi biota laut ini memerlukan waktu lama, sekitar 5 tahun untuk mengeraskan cangkangnya.
Balai Budi Daya Laut Departemen Kelautan dan Perikanan Kota Batam, telah mengupayakan pelestarian gonggong dengan melakukan usaha pelestarian di habitat aslinya di pinggir pantai.Benih gonggong dilepas di areal seluas dua hektar untuk mengetahui pola pergerakan dan reproduksinya.
Gonggong boleh saja semakin sulit didapat.Namun animo masyarakat makan gonggong tetap

BAB III
KESIMPULAN
Jadi, keberagaman kebudayaan sangat banyak diIndonesia khususnya di daerah Tanjungpinang, Kepulauan Riau, sangat banyak terdapat keunikan kebudayaan di provinsi ini, dari makanan khas daerahnya, senjata khasnya, baju pengantinnya, tarian khasnya dan banyak lagi, juga sejarah kebudayaan daerah Provinsi kepulauan Riau ini sangat layak untuk dilirik dan berpotensi menjadi kebanggan kebudayaan Indonesia


DAFTAR PUSTAKA

Sabtu, 02 Februari 2013

keluargakecilku :)

Doa rindu si anak rantau :')

           Putri adalah anak yang beranjak dewasa ,bukan anak yang beranjak remaja lagi ,aku dilahirkan dikeluarga sederhana dengan sejuta kebahagian ,keharmonisan ,keakraban dan segala sesuatu yang luar biasa.
           Aku punya papa yang luar biasa baik ,bertanggungjawab ,ulet ,pantang menyerah dan yang paling penting papa sangat sayang dengan keluarga kecilnya ini dan karena itulah putri pengen nyari suami seperti sosok papa :')
           Aku punya mama yang tegas ,baik sama semua orang dan Alhamdulillah sosok yang disegani di antara relasi kerja dan teman-temannya. Mama itu orangnya gak bisa diem harus ada aktivitas terus bawel dan mama itu pelengkapnya aku ,mama bisa jadi sosok siapapun untuk bisa jadi yang terbaik buat aku :')
           Dan aku punya adik cewek namanya Dinda :) beda jarak kita ya sekitar 6 tahun lah tapi sekarang badannya gedean dia hahaha. Kita itu kalo udah ketemu berantem muluk tapi kalo udah jauh yakin deh pasti ada aja sakit haha (emang gitu sih biasanya adikberadik :D)
            Dan sekarang aku kuliah disalah satu perguruan swasta terbaik di Indonesia (katanya..) dan aku sekarang jadi anak rantauan ,semua harus sendiri ,yang awalnya manjaa banget ya sekarang begitulah ,semoga semua yang niatnya baik hasilnya juga baik aminnnn ya Rabb.
            Doa aku untuk keluarga kecil aku ini tetep sehat jasmani rohani ,bahagia lahir bathin :)
Ma ,Pa insyaAllah liat kakak sukses yaa :) .Tetep jadi orangtua yang membanggakan ,jadi orangtua yang senatiasa jadi motivator tanpa henti ,
            Doa kalian ,nasehat kalian ,perhatian kalian ,segala sesuatu yang kalian lakukan untukku takkan pernah terganti oleh apapun dan sampai kapanpun .Bahagia kalian itu adalah bahagiaku :')
            Love You Ma..Pa..Dinda..*kisses*

Ini keluarga kecilnya putri :)



dan ini aku sama momhero :)











Sabtu, 22 Desember 2012

ILMU SOSIAL DASAR DALAM BIDANG PENDIDIKAN

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
        Banyaknya kritik sistem pendidikan di perguruan tinggi oleh para cendekiawan. Mereka berpendapat bahwa sistem pendidikan yang berlangsung masih berbau kolonial dan merupakan warisan sistem pendidikan pemerintah Belanda yaitu kelanjutan dari politik “balas, sistem pendidikan tersebut bertujuan menghasilkan tenaga terampil untuk menjadi “tukang” yang mengisi birokrasi mereka dibidang administrasi, perdagangan, tehnik dan keahlian lain dalam tujuan eksploitasi (pemerasan) kekayaan Negara

BAB 2
ISI

2.1 PENGERTIAN PENDIDIKAN
Pengertian Pendidikan kita tinjau dari kata pembentuknya kata Pendidikan berasal dari kata didik karena mendapat imbuhan Pe dan akhiran An dengan arti proses atau cara pembantu pendidik
Secara bahasa definisi pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang / kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

2.2 TUJUAN PENDIDIKAN
menciptakan seseorang yang berkwalitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas kedepan untuk mencapai suatu cita- cita yang di harapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di dalam berbagai lingkungan. Karena pendidikan itu sendiri memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan.
Fungsi pendidikan dalam social masyarakat

2.3 FUNGSI PENDIDIKAN
  • Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
  • Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.
  • Melestarikan kebudayaan.
  • Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.
  • Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah.
  • Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.
  • Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan sataus sosial keluarganya
  • Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.
Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:
  • Transmisi (pemindahan) kebudayaan.
  • Memilih dan mengajarkan peranan sosial.
  • Menjamin integrasi sosial.
  • Sekolah mengajarkan corak kepribadian.
  • Sumber inovasi sosial.

2.4 RUANG LINGKUP ILMU PENDIDIKAN
     Imu yang membicarakan bagaimana cara atau tehnik menyajikan bahan pelajaran terhadap siswa agar tercapai suatu tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efesien. Bila mana dikaitkan dengan pengajaran agama Islam yang harus disampaikan kepada siswa di sekolah atau madrasah, maka batasannya terletak pada metode atau tehnik apakah yang lebih cocok digunakan dalam penyampaian materi agama tersebut, dan prinsip-prinsip pengajaran yang bagaimanakan yang seharusnya diterapkan oleh seorang guru dalam kegiatan belajar dan mengajar, hal tersebut tentu berkaitan erat dengan metodik khusus dan umum. Di samping memperhatikan prinsip-prinsip umum yang berlaku dalam pengajaran agama secara umum, juga faktor-faktor seperti: tingkatan sekolah, karakteristik siswa, latar belakang sosial dan pendidikan anak sangat perlu dipertimbangkan.

2.5 METODE PENGAJARAN
Secara garis besar metode pengajaran dapat diklarifikasikan menjadi dua bagian, yakni:
a. Metode Mengajar Konvensional.
       Yaitu metode mangajar yang lazim dipakai oleh guru atau sering disebut metode tradisional.
b. Metode Mengajar Inkonvensional.
    Yaitu suatu tehnik mengajar yang baru berkembang dan belum lazim digunakan secara umum, seperti metode mengajar dengan modul, pengjaran berprogram, pengajaran unit, dll.


BAB 3
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Ilmu sosial dasar dalam bidang pendidikan sangat bermanfaat untuk kehidupan bermasyarakat karena mendapat banyak keuntungan jika kita benar-benar menelaah dan mengkaji dari setiap tujuan, fungsi, ruang lingkup dan metodenya.
Jadi, sesungguhnya untuk menjadi jiwa yang efektif dan efisien harus dari diri sendiri karena dari diri sendiri penyampaian teori yang baik menghasil nilai praktek yang baik juga khususnya ilmu sosial dasar dalam bidang pendidikan

 

DAFTAR PUSTAKA

-www.kangmoes.com

ILU SOSIAL DASAR DALAM BIDANG PSIKOLOGI

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
        Banyaknya kritik sistem pendidikan di perguruan tinggi oleh para cendekiawan. Mereka berpendapat bahwa sistem pendidikan yang berlangsung masih berbau kolonial dan merupakan warisan sistem pendidikan pemerintah Belanda yaitu kelanjutan dari politik “balas, sistem pendidikan tersebut bertujuan menghasilkan tenaga terampil untuk menjadi “tukang” yang mengisi birokrasi mereka dibidang administrasi, perdagangan, tehnik dan keahlian lain dalam tujuan eksploitasi (pemerasan) kekayaan Negara

BAB 2
ISI

2.1 PENGERTIAN PSIKOLOGI
Pada dasarnya psikologi adalah ilmu yang paling berhubungan dengan ilmu sosial lainnya, bukan hanya ilmu sosial dasar, tetapi ilmu sosiologi, antropologi, ekonomi, dan ilmu sosial lainya memiliki keterkaitan dengan Psikologi.
Psikologi sosial merupakan cabang dari ilmu Psikologi yang lebih membahas ke dalam permasalahan sosial. Dalam ilmu ini lebih memfokuskan kedalam ruang lingkup pembahasan pengaruh sosial terhadap proses individu, proses individual bersama, dan interaksi individu terhadap kelompok
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya.
Menurut asalnya katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: “ψυχή” (Psychē yang berarti jiwa) dan “-λογία” (-logia yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.

2.2 PSIKOLOGI SOSIAL
Psikologi sosial merupakan cabang ilmu dari psikologi yang baru muncul dan diperkenalkan pada tahun 1930. Objek material dari psikologi sosial adalah fakta – fakta, gejala – gejala serta kejadian – kejadian dalam kehidupan sosial manusia. Sekilas ternyata objek psikologi sosial mirip dengan ilmu sosiolgi dan bila digambarkan sebenarnya psikologi sosial adalah merupakan pertemuan irisan antara ilmu psikologi dan ilmu sosilogi.

Ada berbagai macam definisi psikologi sosial antara lain :
  • Psikologi sosial adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia ( Hubert Bonner)
  • Ilmu yang memepelajari tingkah laku manusia sebagai anggota suatu masyarakat ( AM Chorus )
  • Ilmu yang mempelajari Segi-segi psikologi tingkah laku manusia yang dipengarui interaksi sosial
  • Social psychology is the scientific study how people think about, influence, and relato to another ( Myers : 1983 )
  • Psikologi sosial adalah studi alami tentang sebab-sebab dari perlaku sosial manusia ( Michener Delamater : 1999 )
Gordon Allport ( 1968 ) menjelaskan bahwa seorang boleh disebut sebagai psikolog sosial jika dia “berupaya memahami, menjelaskan, dan memprediksi bagaimana pikiran, perasaan, dan tindakan individu-individu dipengaruhi oleh pikiran, perasaan, dan tindakan – tindakan orang lain yang dilihatnya, atau bahkan hanya dibayangkannya”

2.3 RUANG LINGKUP PSIKOLOGI SOSIAL
Psikologi sosial mempunyai 3 ruang lingkup, yaitu :
-       Studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misalnya : studi tentang persepsi, motivasi proses belajar, atribusi (sifat)
-       Studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, sikap sosial, perilaku meniru dan lain-lain
-       Studi tentang interaksi kelompok, misalnya kepemimpinan, komunikasi hubungan kekuasaan, kerjasama dalam kelompok, dan persaingan.
Kesulitan lain dalam pembentukan teori psikologi sosial adalah menentukan ruang lingkup suatu teori seperti berikut ini:
-       Jangkauan penerapan (comprehensiveness), yaitu untuk berapa banyak (macam) fenomena atau kepribadian teori ini dapat diterapkan.
-       Keterbatasan ,yaitu sampai dimana perlu diberikan prasyarat pada kondisi dimana fenomena itu timbul agar suatu teori dapat dinyatakan berlaku.
-       Keumuman (generality),sampai dimana teori bias diperluas untuk mencakup situasi-situasi yang tidak tercakup dalam fenomena awal yang dijadikan dasar untuk penyusunan teori yang bersangkutan.

2.4 FUNFSI PSIKOLOGI SEBAGAI ILMU
Psikologi memiliki tiga fungsi sebagai ilmu yaitu:
Menjelaskan, yaitu mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptif
Memprediksikan, Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasil prediksi berupa prognosa, prediksi atau estimasi
Pengendalian, Yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Perwujudannya berupa tindakan yang sifatnya preventif atau pencegahan, intervensi atau treatment serta rehabilitasi atau perawatan.

2.5 HUBUNGAN PSIKOLOGI SOSIAL DENGAN ILMU-ILMU LAINNYA
Serge moscovici seorang psikolog sosial perancis menyatakan bahwa psikologi sosial adalah jembatan diantara cabang-cabang pengetahuan sosial lainnya. Sebab psikologi sosial mengakui pentingnya memandang individu dalam suatu system sosial yang lebih luas dan karena itu menarik kedalamnya sosiologi, ilmu politik, antropologi, dan ekonomi. Psikologi sosial mengakui aktifitas manusia yang rentangnya luas dan pengaruh budaya serta perilaku manusia dimasa lampau. Dalam mengambil fokus ini psikologi sosial beririsan dengan filsafat, sejarah, seni dan musik. Selain itu psikologi sosial memiliki perspektif luas dengan berusaha memahami relevansi dari proses internal dari aktivitas manusia terhadap perilaku sosial. Dalam hal ini psikologi sosial misalnya mungkin mempertanyakan bagaimana keadaan orang setelah menyaksikan suatu kejadian menakutkan akan mempengaruhi arousal secara fisiologis, seperti tekanan darah dan serangan jantung. Karena perspektif ini, maka dibahas tentang persepsi, kognisi dan respon fisiologis.

BAB 3
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Ilmu sosial dasar dalam bidang psikologi sangat bermanfaat untuk kehidupan bermasyarakat karena mendapat banyak keuntungan jika kita benar-benar menelaah dan mengkaji dari setiap tujuan, fungsi, ruang lingkup dan metodenya.
Jadi, sesungguhnya untuk menjadi jiwa yang efektif dan efisien harus dari diri sendiri karena dari diri sendiri penyampaian teori yang baik menghasil nilai praktek yang baik juga khususnya ilmu sosial dasar dalam bidan psikologi.

 
DAFTAR PUSTAKA



ILMU SOSIAL DASAR

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Banyaknya kritik sistem pendidikan di perguruan tinggi oleh para cendekiawan. Mereka berpendapat bahwa sistem pendidikan yang berlangsung masih berbau kolonial dan merupakan warisan sistem pendidikan pemerintah Belanda yaitu kelanjutan dari politik “balas, sistem pendidikan tersebut bertujuan menghasilkan tenaga terampil untuk menjadi “tukang” yang mengisi birokrasi mereka dibidang administrasi, perdagangan, tehnik dan keahlian lain dalam tujuan eksploitasi (pemerasan) kekayaan negara.
Sedangkan tenaga ahli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi tukang saja tetapi diharapkan mempunyai tiga jenis kemampuan yaitu personal, akademis dan kemampuan profesional.
a. Kemampuan Personal (kemampuan kepribadian)
        Dengan kemampuan ini tenaga ahli diharaphan memiliki pengetahuan sehingga menunjukkan sikap dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia, mengenal dan memahami nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan,kenegaraan (pancasila
b. Kemampuan Akademik    
kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tertulis, menguasai peralatan analisa, mampu berpikir logis, kritis, sistematis dan analitis. Memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi serta mampu menawarkan altematif pemecahannya.
c. Kemampuan Professional
            kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.

BAB 2
ISI

2.1 PENGERTIAN ILMU SOSIAL DASAR
Ilmu sosial dasar adalah suatu pengetahuan yang menelaah masalah - masalah sosial yang timbul dan berkembang, yang diwujudkan oleh masyarakat dengan menggunakan pengertian - pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan dalam ilmu - ilmu social.
Ilmu Sosial Dasar bukan merupakan disiplin ilmu tersindiri, karena ISD tidak mempunyai objek dan metode ilmiah tersendiri dan juga ia tidak mengembangkan suatu penelitian sebagaimana suatu disiplin ilmu seperti ilmu sosial lainnya. Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu bahan studi atau program pengerjaan yang khusus dirancang untuk kepentingan pendidikan / pengajaran.
Ilmu sosial yang memiliki hubungan paling dekat dengan ilmu sosial dasar adalah Psikologi, karena hukum -hukumnya yang sama yaitu dikembangkan secara berkomunitas, (masyarakat, kelompok etnik, dan sebagainya).

2.2 TUJUAN ILMU SOSIAL DASAR
a. Tujuan umum diselenggarakannya mata kuliah Ilmu Sosial Dasar ialah pembentukan dan pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan, dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungannya, khususnya gejala berkenaan dengan masyarakat dengan orang lain, agar daya tanggap, presepsi, dan penalaran berkenaan dengan lingkungan social dapat dipertajam.
b. Tujuan khusus
  1. Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah – masalah sosial yang ada dalam masyarakat.
  2. Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.
  3. Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya mempelajarinya secara kritis dan interdisipliner.
  4. Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dandapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan  masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.

2.3 RUANG LINGKUP MATERI ISD (ILMU SOSIAL DASAR)
Adapun ruang lingkup materi Ilmu Sosial Dasar adalah:
a. Kenyataan-kenyataan social yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan maslah social tertentu. Kenyataan-kenyataan social tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu social. Karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangnya
b. Konsep-konsep social atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan social dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukakn untuk mempelajari masalah-masalah social.
Sebagai contoh dari konsep dasar semacam ini misalnya konsep keanekaragaman, dan konsep kesatuan social. Bertolak dari kedia konsep tersebut diatas, maka dapat kita pahami dan sadari di dalam masyarakat selalu terdapat:
1). Persamaan dan perbedaan pola pemikiran dan pola tingkah laku
baik secara individual maupu kelompok.
2). Persamaan dan perbedaan kepentingan.
Persamaan dan perbedaan itulah yang seringkali menyebabkan timbulnya konflik, kerjasama, kesetiakawanan antar individu dan golongan.

c. Masalah-masalah social yang timbul dalam masyarakat biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan social yang antara satu dengan yang lainnya salaing berkaitan.

BAB 3
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Ilmu sosial dasar sangat bermanfaat untuk kehidupan bermasyarakat karena mendapat banyak keuntungan jika kita benar-benar menelaah dan mengkaji dari setiap tujuan, fungsi, ruang lingkup dan metodenya.
Jadi, sesungguhnya untuk menjadi jiwa yang efektif dan efisien harus dari diri sendiri karena dari diri sendiri penyampaian teori yang baik menghasil nilai praktek yang baik juga khususnya ilmu sosial dasar dalam bidang apapun.


DAFTAR PUSTAKA
-www.kangmoes.com